1 Februari 2011

Ini temuan yang menghancurkan mitos bahwa ibu menyusui membuat   anak-anak lebih pintar. Namun, justru lingkungan keluarga dan stimulasi bayi adalah kunci untuk   kecerdasan yang baik.   Hal ini dipaparkan ilmuwan University of Southampton (Inggris).   Para peneliti mengikuti anak-anak sejak lahir sampai empat   tahun untuk menyelidiki hubungan antara menyusui   dengan penggunaan susu formula yang mengandung asam   docosahexaenoic (DHA) pada masa bayi, dan kinerjanya   dalam tes kecerdasan.   Para peneliti menemukan bahwa setelah mereka   memperhitungkan pengaruh kecerdasan ibu dan tingkat   pendidikan ternyata tidak ditemukan hubungan antara   perkiraan total asupan DHA pada masa bayi dan IQ anak-anak.

Dr Catharine Gale, yang memimpin studi, mengatakan: “Studi ini membantu menghilangkan beberapa   mitos seputar DHA. Kita tahu bahwa ada manfaat kesehatan yang jelas untuk menyusui, tapi DHA   yang secara alami terdapat dalam ASI dan ditambahkan ke dalam beberapa susu formula, bukan bahan   rahasia yang akan mengubah anak anda menjadi seorang Einstein.”   “IQ anak tidak ada hubungannya dengan tingkat DHA yang mereka terima sewaktu bayi. Faktor-faktor   di rumah, seperti kecerdasan dan kualitas ibu untuk menstimulasi mental anak-anak, adalah   pengaruh yang paling penting untuk IQ mereka.”

Asam lemak Omega-3, terutama DHA, ditemukan dalam konsentrasi tinggi di otak dan   terakumulasi selama lonjakan pertumbuhan otak, yang terjadi antara trimester terakhir kehamilan dan   tahun pertama kehidupan.   Meskipun penelitian ini telah menunjukkan IQ anak tidak dipengaruhi oleh DHA, studi sebelumnya   telah menunjukkan bahwa kurangnya DHA selama periode pertumbuhan otak yang cepat dapat   menyebabkan masalah dalam perkembangan otak. (TEMPO, edited)

NB:

Baca juga artikel tentang arisan berantai, dan dapatkan penghasilan dari berinternet!