Beberapa waktu yang lalu, kita sering mendapatkan brosur tentang arisan berantai yang biasanya kita dapatkan di ATM-ATM ataupun dikirim oleh seseorang ke alamat kita melalui pos. “Brosur” dan sekaligus formulir ini biasanya berupa beberapa lembar kertas fotokopi yang menerangkan bagaimana cara kerja dari arisan tersebut, sekaligus nanti langsung disediakan formulir pendaftaran dan lembar penempelan bukti transfer dan seterusnya, hingga kita kalau menjadi peserta program tersebut  juga akan melakukan langkah yang sama yaitu menyebar brosur sejenis dengan memasang nama kita sebagai sponsor ke-4. Sebagian dari kita yang pernah mendapatkan selebaran semacam ini pastinya sudah mengerti akan hal tersebut.

Dilihat dan dipelajari cara kerjanya, memang semuanya masuk akal. Ada beberapa orang yang berpikir bahwa peserta terakhir lah yang akan rugi karena tidak ada peserta baru lagi yang mau diajak. Hal seperti ini sejatinya tidak terlalu benar, karena toh peserta sebelumnya yang sudah pernah ikut dan sudah memiliki downline  sampai lebih dari level 4 maka akan otomatis putus keanggotaan dan dia bisa menjadi peserta baru lagi dengan menjadi downline orang lain lagi.

Pertanyaannya kemudian, mengapa program arisan berantai yang menggunakan fotokopian ini termasuk kurang berhasil?

Alasan-alasan utamanya adalah pertama, cukup ribet, artinya tidak semua orang yang membaca dan menerima brosur itu mengerti penjelasan yang ada, karena sasaran calon peserta berasal dari orang dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang terlalu beragam. Disebut ribet juga karena peserta baru harus melakukan langkah-langkah yang cukup panjang (yang bukan tidak mungkin akan menimbulkan kesalahan), yaitu harus memfotokopi brosur, menempel bukti transfer dengan urutan tertentu, menyebarkan brosur lagi, dan sebagainya, disamping juga brosur fotokopi yang semakin tidak terbaca, dan sebagainya.  Alasan lainnya adalah  bahwa setiap orang bisa sedikit manipulatif dengan menyelenggarakan arisan semacam itu sendiri, artinya setiap orang bisa menjadi inisiator program tersebut tanpa perlu menjadi sponsor level 4 bagi brosur yang sudah ada. Jadi, calon peserta yang kritis mungkin menjadi ragu atas brosur yang diterimanya. Intinya, program arisan berantai dengan brosur fotokopi ini tidak terorganisir dengan baik sehingga juga tidak terkontrol dengan baik; kepercayaan calon peserta juga menjadi relatif rendah. Alasan berikutnya mengapa program arisan seperti itu kurang berhasil adalah membutuhkan biaya tambahan yang tidak sedikit, terutama untuk biaya fotokopi, biaya menyebarkan brosur tersebut termasuk bisa jadi biaya pos. Alasan terakhir adalah adanya peringatan dari bank yang ditempel di ATM-ATM supaya waspada terhadap penipuan, hal ini membuat calon peserta mengira bahwa program arisan berantai seperti itu hanyalah penipuan belaka.

Dari pengamatan penulis, arisan umum sistem “manual” yang cukup berhasil hanyalah arisan motor yang biasanya diselenggarakan oleh dealer motor atau CV tertentu. Cukup berhasil karena terorganisir, dan para peserta melihat langsung pengelola dan cara pengelolaannya, sehingga kepercayaan peserta dan calon peserta cukup tinggi.

Arisan Berantai Era Internet

Di era melek internet ini, program-program arisan semacam ini sudah cukup banyak dilakukan secara online oleh beberapa penyelenggara. Beberapa peyelenggara membungkusnya dengan berbagai istilah, juga dengan cara menjual “produk” e-book, sehingga seolah-olah bukan sekedar arisan saja. Tetapi, apapun nama dan bungkusnya, sebenarnya intinya sama atau mirip-mirip saja.

Kelebihan dari arisan berantai sistem online ini adalah yang pertama, terorganisir; artinya ada webmaster atau pengelola yang menjalankan sistem ini. Kelebihan berikutnya adalah  kontrol dan transparansi, artinya peserta juga bisa melihat dan mengontrol sendiri status dan keanggotaannya.

Penulis sendiri setidaknya mengikuti dua program arisan berantai online ini. Memang, hasil yang penulis dapatkan belum atau tidak sebesar yang diiklankan pada program tersebut. Akan  tetapi sebagai sarana untuk mencoba atau untuk mengetahui seluk-beluknya, penulis tidak mengalami kerugian apapun akan tetapi sudah mendapatkan “sisa hasil usaha”, meskipun baru relatif sedikit.

Penulis sendiri sejak awal tidak berpikir untuk menjadi kaya mendadak dengan mengikuti program-program tersebut, tetapi cukup untuk mendapatkan hasil beberapa kali lipat dari “modal” awal; dan memang berhasil.

Program arisan berantai yang diikuti penulis terakhir adalah “Program5Milyar” dengan modal awal cukup masuk akal. Dengan mendapatkan dua atau tiga member saja sudah lebih dari cukup untuk mengembalikan modal awal, sehingga tidak akan rugi.

Anda bisa membaca atau mempelajari program tersebut dengan mengklik link tersebut atau mempelajari juga program-program yang lain kalau perlu. Anda juga bisa mendaftar menjadi anggota melalui halaman tersebut. Penulis sendiri memang sengaja memilih program 5milyar yang menurut pengamatan penulis cukup sederhana untuk dimengerti dan dijalankan. Salah satu kelebihan dari program 5 milyar, menurut pengamatan penulis adalah sistem transfer dana langsung dari member-ke member, bukan mentransfer dana sejumlah tertentu hanya ke pengelola saja, dengan demikian terlihat lebih transparan dan dapat dipercaya. Memang ada sebagian dana yang ditransfer ke webmaster, sebagai salah satu “peserta” dari program itu.

Keraguan pertama yang penulis alami dulu adalah, wah betapa untung besar pengelola atau webmaster dari program ini! Tetapi kemudian penulis juga menyadari bahwa “iri” seperti itu tidaklah perlu karena penulis menyadari kemampuan diri yang belum cukup untuk membuat situs atau mengelola web semacam itu. Kalau Anda seorang webmaster, memang lebih baik bagi Anda untuk menjadi penyelenggara program semacam ini daripada sekedar menjadi peserta. Tetapi bagi kebanyakan orang yang seperti penulis, yang “hanya” melek internet tetapi bukan webmaster, maka menjadi peserta pun tidak mengapa, tetap untung juga walaupun mungkin “sedikit”; setidaknya bukan hanya menjadi penonton atau mendengar cerita-cerita keberuntungan orang lain saja.

HAMBATAN

Hambatan utama dari program semacam ini adalah relatif sulitnya mendapatkan member baru. Hal ini tidak lepas dari maraknya berbagai jenis penipuan melalui internet, juga termasuk yang berbungkus arisan berantai. Banyaknya artikel tentang penipuan arisan berantai membuat netter yang kurang jeli mempelajari, akan mengambil sikap defensif dan apriori terhadap semua program arisan berantai. Memang diakui penulis banyak program moneygame yang dibungkus dengan nama ini dan itu secara online. Sistem moneygame ini jelas merugikan peserta yang paling bawah, karena sudah semakin jenuhnya “pasar” dan calon anggota baru, di samping bahwa hanya peserta generasi awal saja yang akan untung besar. Akan tetapi ada contoh lain, arisan berantai yang penulis ikuti bisa dikatakan murni arisan berantai dan bukan moneygame, keanggotaan akan putus secara otomatis setelah mencapai kedalaman 5 level, jadi tidak mengakar selamanya sehingga peserta pertama saja yang diuntungkan. Seperti ditulis di websitenya, bahwa tidak ada peserta terakhir dari program ini, karena toh peserta yang sudah putus keanggotaannya bisa mendaftar sebagai peserta baru lagi menjadi downline orang lain kalau mau. Di samping itu, pertumbuhan pengguna internet di Indonesia sebesar kurang lebih 6 juta orang per tahun juga selalu merupakan calon peserta potensial bagi peserta baru.

TIPS

Tips atau saran untuk bergabung atau menjadi peserta program arisan berantai secara online ini adalah yang terutama carilah atau ajaklah peserta baru secara online juga. Memang kita bisa menawarkannya secara offline kepada orang yang tidak melek internet, dan kita yang menguruskannya secara online, akan tetapi nantinya hal itu akan merugikan kita sendiri sebab peserta yang offline dan tidak melek internet tersebut pastinya juga akan mengajak peserta baru secara offline juga sehingga pengelolaannya menjadi repot, juga tingkat keberhasilannya juga lebih rendah. Carilah peserta secara online juga, syukur-syukur kalau orang tersebut melek internet banking, kemudian e-gold, paypal, dan semacamnya. Tetapi kalau belum memakai internet banking, tidak masalah asalkan calon peserta tersebut memiliki ATM dan melek internet (pastinya sudah melek internet jika kita mengajak member baru lewat internet).
Promosikan atau ajak orang lain untuk bergabung melalui media online seperti email, chating, facebook,  website pribadi, dan lain-lain.

Hanya yang berani mencoba memiliki kemungkinan untuk berubah. Hanya ongkang-ongkang kaki dan duit datang sendiri? Tidak benar juga, karena toh setiap peserta harus bekerja bahkan bekerja ekstra keras untuk meyakinkan calon member baru di tengah-tengah ketidakpercayaan masyarakat yang sudah tinggi terhadap berbagai macam penawaran online.

Selamat mencoba, semoga sukses!

Untuk mempelajari lebih lanjut dan bergabung klik di sini!

🙂