Long time no write. Kali ini penulis coba bagikan satu tips windows untuk menghilangkan partisi yang dibuat windows yang disebut “System Reserved”. Partisi ini besarya sekitar 100 MB dan dibuat windows ketika instalasi dengan tujuan untuk boot ke mode system recovery bila terjadi kerusakan pada Windows.

Bagian yang mau dihilangkan

Bagian yang mau dihilangkan

Banyak tutorial yang menunjukkan bagaimana “menyembunyikan” partisi ini dari Disk Management, bukan “menghapus”. Dari pengalaman penulis, adanya partisi system reserved ini akan mengakibatkan recovery dari drive image menggunakan Acronis True Image akan gagal, alias Windows tidak bisa booting setelah restorasi acronis.Terjadinya partisi tersebut bisa dicegah pada saat instalasi Windows (Windows 7 misalnya dengan masuk menu Advanced Option dan menghapus semua partisi yang ada dan membuat alokasi partisi baru. Akan tetapi kebanyakan yang terjadi adalah sudah terlanjur terjadi seperti gambar tersebut di atas.

Perhatikan keterangan partisi seperti gambar di atas, sebenarnya ada keterangan “Active” di partisi 100 MB tersebut. Untuk dapat menghapus partisi system reserved tersebut adalah pertama harus memindahkan status “Active” tersebut dari partisi System Reserved ke partisi Windows (drive C: pada umumnya)

Langkah langkahnya:

  1. Jalankan command prompt sebagai administrator, untuk menyalin boot files ke drive C: ketik: "bcdboot c:\windows /s c:"  tanpa tanda kutip, ( catatan: perhatikan path c, titik dua, backslash, windows dst. Di wordpress entah kenapa backslash tidak nampak di sebagian browser meskipun penulisan sudah benar)
  2. Pastikan didapatkan pesan Boot files successfully created. Sebenarnya sekarang di drive C sudah terbuat folder Boot dan file boot lainnya, akan tetapi biasanya atributnya super hidden, jadi tidak akan terlihat meskipun kita mengambil opsi view hidden files di explorer.
  3. Buka disk management, klik kanan pada drive C, kemudian pilih Mark Partition as Active.
  4. Restart komputer. Tanpa restart menu delete di system reserved tidak aktif.
  5. Buka kembali disk management, klik kanan di partisi system reserved dan pilih delete.
  6. Sekarang didapatkan space 100 MB unalocated atau belum digunakan. Kita bisa menggunakan tool seperti Easeus Partition Master untuk menggabung 100 MB tersebut ke drive C atau malah membuat partisi lain lagi menggunakan Windows menjadi drive E misalnya (tapi untuk apa partisi 100 MB ya?), atau juga boleh dibiarkan saja.

Catatan: Bila hendak menggabung 100 MB unalocated kedrive C menggunakan Easeus, drag saja batas kiri drive C di Easeus sampai mentok ke kiri, karena saking kecilnya 100 MB dibanding Dive C, biasanya di Easeus tidak terlihat bagian yang 100 MB tersebut di graphic interface mereka. Perhatikan saja angka after dan before ketika men-drag batas kiri partisi C.

Demikian tips dari penulis kali ini, tips ini terutama berguna jika kita menggunakan metode recovery lain selain windows backup, misalnya seperti Acronis True Image atau Norton Ghost. Tanpa memindahkan status active ke drive C, bila kita merestore image acronis ke drive C maka akan gagal alias tidak bisa booting.

Semoga bermanfaat.