Long time no write… Desember 2013

Kali ini penulis ingin membagikan sedikit pengalaman dalam hal membuat harddisk eksternal untuk booting. Selama ini penulis hanya memiliki flash disk berbagai ukuran dan cukup mudah untuk membuatnya menjadi bootable untuk misalnya instal windows, acronis boot disk, dll. Kendala muncul ketika penulis mempunyai hard disk eksternal 1 TB dan sekedar ingin membuatnya bootable untuk acronis true image 2014.

Harddisk Eksternal

Harddisk Eksternal Transcend Storejet 25H3P 1TB USB 3.0

Untuk membuat bootabel FLAHDISK untuk Acronis, penulis memakai aplikasi flashboot dan mudah untuk dilakukan. Flashdisk diformat oleh flashboot dengan mode FAT32, dan tidak masalah, sisa space di flashdisk bisa digunakan untuk menyimpan berbagai file kecil lainnya.

Masalah baru muncul ketika melakukan hal yang sama di eksternal harddisk seperti terebut di atas. Ketika selesai menggunakan aplikasi flashboot untuk membuat bootable hard disk tersebut, hard disk diformat oleh aplikasi dengan system FAT32, dan hasilnya booting acronis berhasil normal. Akan tetapi kemudian dengan logika sederhana penulis bermaksud untuk mempartisi sisa space di harddisk tersebut dengan format NTFS dengan menggunakan software Easeus Partition Master. Sangat sayang kalau sisa harddisk 1TB tersebut terformat FAT32, karena berarti tidak bisa digunakan untuk menaruh file diatas 4GB ke dalamnya, sementara salah satu tujuan penulis membeli harddisk eksternal tersebut adalah untuk menaruh berbagai file ISO dan TIB (file image Acronis) yang besarnya bisa belasan gigabyte per satu filenya.

Setelah selesai dipartisi dan sisa partisinya diformat mode NTFS, maka hasilnya adalah harddisk eksternal tersebut tidak bisa booting! Singkat cerita, maka kesimpulannya adalah tidak bisa menggunakan aplikasi flashboot untuk keperluan yang dimaksud.

Dari pencarian yang cukup rumit untuk hal tersebut, (kebanyakan tutorial adalah untuk membuat USB flashdisk bootable, bukan hard disk eksternal), maka akhirnya penulis mencoba salah satu cara yang menurut penulis sangat efisien dalam hal membuat bootable harddisk eksternal. Cara yang dipakai penulis adalah memakai aplikasi GRUB4DOS. Selain mudah untuk membuat hardisk eksternal bootable, aplikasi ini juga mempunyai kelebihan yaitu multiboot, artinya bisa membuat flashdisk atau hardisk eksternal kita boot berbagi aplikasi sekaligus. (Aplikasi ini sebenarnya produk yang sudah tidak dikembangkan lagi oleh pembuatnya)

Berikut penulis jabarkan langkah-langkahnya (penulis menggunakan Windows 7 versi x32):

Dapatkan 2 file tersebut di bawah ini:

1. grubinst-1.1-bin-w32-2008-01-01

2. grub4dos-0.4.4-2009-03-31_(official_release)

Colokkan USB flash disk atau eksternal hard disk ke komputer.

Ekstrak kedua file tersebut di atas ke foder masing masing. Dari folder grub inst jalankan aplikasinya:

grub4dos01Dari langkah berikutnya di bawah ini, pastikan memilih USB flash disk atau USB Harddisk yang tepat, bisa dilihat dari kapasitasnya. Misalnya untuk flashdisk 8 GB maka akan terlihat seperti gambar di bawah:

grub4dos05Kemudian pilih whole disk untuk Part List:

grub4dos07Check atau centang di pilihan “Don’t Search Floppy” kemudian Install:

grub4dos08Setelah selesai mestinya akan didapatkan pesan seperti tampak berikut:

grub4dos09Langkah pertama untuk menginstal Master Boot Record di harddisk eksternal atau USB flash disk telah perhasil.

Langkah kedua adalah hanya mengcopy file grldr dari hasil ekstak di foder grub4dos sebelumnya ke harddisk eksternal atau flash disk:

grub4dos10

Langkah ketiga adalah membuat file menu.lst menggunakan notepad dan taruh di flashdisk atau hard disk eksternal tersebut. Berikut contoh file menu.lst yang dibuat penulis, salin dan edit atau tambahkan daftarnya tergantung pada file ISO yang Anda copykan ke media  USB tersebut (maaf file gambar, bukan teks).

Contoh isi file "menu.lst"

Contoh isi file “menu.lst”

File menu.lst tersebut untuk folder external milik penulis seperti di bawah ini:

Isi folder booting (Partisi I)

Isi folder booting (Partisi I)

Untuk masing masing file ISO yang kita tambahkan, tinggal menambahkan satu paragraf dalam menu.lst seperti dalam gambar di atas, dengan copy-paste kemudian mengganti title dan nama file iso-nya.

Hasil boot dari hardisk eksternal dengan konfigurasi seperti tersebut di atas:

Foto multiboot harddisk eksternal

Foto multiboot harddisk eksternal

Tambahan:

1. Jangan lupa untuk menghilangkan spasi pada nama file ISO.

2. Bila muncul pesan bahwa file iso is not contiguous, tambahkan script “–mem” di baris iso seperti ini:

title Hiren’s Boot CD 15.2
map –mem (hd0,0)/MyHBCD.iso (hd32)
map –hook
chainloader (hd32)
boot

3. Pastikan juga bahwa file yang dibuat adalah menu.lst dengan notepad tersebut, jangan sampai berektensi txt, perhatikan untuk memperlihatkan ekstensi file di explorer.

Grub4Dos ini bisa digunakan untuk hardisk eksternal dengan format mode NTFS. Karena space sisa di harddisk eksternal biasanya masih sangat besar, maka ada baiknya kemudian mempartisi harddisk tersebut dengan software Partition Magic atau Easeus Partition Master, dsb. Dari pengalaman penulis; setelah dilakukan partisi, harddisk tetap bootable.

______

Selamat bereksperimen, semoga berhasil. Semoga tulisan ini berguna bagi Anda yang sedang membutuhkannya, atau sekedar menambah pengetahuan saja.

Jika ada yang kurang benar atau ada cara lain atau tambahan apapun, silakan ditulis di kolom komentar. Secara penulis adalah orang awam yang tidak berlatar belakang IT, maka ilmu baru atau masukan apapun yang berguna akan sangat penulis hargai.

Advertisements