Posts from the ‘Umum’ Category

Modus Penipuan Yang Lain Lagi

PENIPU ITU…

Ini juga kisah tentang penipu.

Detail cerita saya sudah agak lupa, tetapi kira-kira seperti berikut ini…

Seseorang yang akan menjual tanah di Salatiga, mengiklankan tanahnya. Tanahnya lumayan luas, dengan harga penawaran lebih dari 1 Milyar rupiah.

Datanglah telepon dari seseorang yang MENGAKU utusan dari sebuah keluarga (boss) di Malaysia, yang sedang mencari tanah, untuk dijadikan tempat usaha bagi salah satu satu anggota keluarganya. Penelepon menyatakan kesediaannya membeli tanah itu, dan untuk memastikan persetujuan keluarga ‘boss’ dari Malaysia, dibuatlah janji pertemuan di Hotel Novotel, SOLO.

Janji ketemuan di Novotel jam 9 malam, itu kira-kira 2 jam lagi sejak janji itu dibuat, dan diminta tidak terlambat datang, sebab “boss” dari Malaysia itu suka tepat waktu. (Ingat.. perjalanan Salatiga-Solo, normal, sekitar 2 jam).

Read more…

Advertisements

Arisan Berantai – Masuk Akalkah?

Beberapa waktu yang lalu, kita sering mendapatkan brosur tentang arisan berantai yang biasanya kita dapatkan di ATM-ATM ataupun dikirim oleh seseorang ke alamat kita melalui pos. “Brosur” dan sekaligus formulir ini biasanya berupa beberapa lembar kertas fotokopi yang menerangkan bagaimana cara kerja dari arisan tersebut, sekaligus nanti langsung disediakan formulir pendaftaran dan lembar penempelan bukti transfer dan seterusnya, hingga kita kalau menjadi peserta program tersebut  juga akan melakukan langkah yang sama yaitu menyebar brosur sejenis dengan memasang nama kita sebagai sponsor ke-4. Sebagian dari kita yang pernah mendapatkan selebaran semacam ini pastinya sudah mengerti akan hal tersebut.

Dilihat dan dipelajari cara kerjanya, memang semuanya masuk akal. Ada beberapa orang yang berpikir bahwa peserta terakhir lah yang akan rugi karena tidak ada peserta baru lagi yang mau diajak. Hal seperti ini sejatinya tidak terlalu benar, karena toh peserta sebelumnya yang sudah pernah ikut dan sudah memiliki downline  sampai lebih dari level 4 maka akan otomatis putus keanggotaan dan dia bisa menjadi peserta baru lagi dengan menjadi downline orang lain lagi.

Pertanyaannya kemudian, mengapa program arisan berantai yang menggunakan fotokopian ini termasuk kurang berhasil? Read more…

PERINGATAN “REPUBLIK YOGYA” 4 Januari 1946 – 28 Desember 1949

Karena Jogja memang Istimewa

Dipetik dari buku “Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Republik Yogya”,tulisan Prof. Suhartono Wiryopranoto.


Berita Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 diterima oleh Kantor Domei Yogyakarta. Sultan HB IX dan Pakualam VIII mengirim ucapa selamat atas berdiriya RI dan terpilihnya IR. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai presiden dan waki presiden.

Lewat kotbah Jumat di masjid besar keraton – alun-alun utara Yogyakarta, diwartakan berita proklamasi. Sore harinya Ki Hajar Dewantara dan murid-murid Taman Siswa pawai keliling kota dengan bersepeda untuk menyebarkan berita proklamasi kepada masyarakat.

Masyarakat masih ragu karena bendera Hinomaru masih berkibar. Keraguan masyarakat hilang setelah berita Proklamasi dan UUD 45 yang disahkan PPKI dimuat surat kabar “Sinar Matahari” 19 Agustus 1945. Tanggal 19 Agustus 1945 dilakukan rapat kerlompok pemuda di Kepatihan, dipimpin Sultan HB IX, intinya untuk menjaga keamanan masyarakat. Hal itu dimuat dalam “Sinar Matahari” 20 Agustus 1945. Read more…

Hati-hati Penipuan Berkedok Toko Online melalui Facebook

16 Februari 2011

Artikel ini ditulis sebagai tambahan atau pelengkap berbagai informasi serupa yang sudah ada di Internet. Akhir-akhir ini pun masih marak penipuan melaui facebook berkedok toko online yang menjual barang barang bagus dengan harga fantastis, mulai motor,  baju, jacket, tas, sepatu, Apple mac book, kamera, laptop, dan berbagai gadget lainnya yang sangat diinginkan dan dibutuhkan para netter.  Bagi kita yang aktif bergabung dalam komunitas tertentu di Internet, sebut saja kaskus misalnya, biasanya akan lebih cepat mendapat informasi seperti ini sehingga terhindar dari kerugian. Tetapi juga jangan salah, bayak juga di antara mereka yang sudah tertipu jutaan rupiah, akan tetapi kemudian mereka berbaik hati untuk membagikan pengalaman buruk mereka kepada komunitas, sehingga pihak lain tidak ikut terjerumus.

Contoh gadget yang ditawarkan Online Shop

Tragisnya, di Facebook biasanya para penipu itu mempunyai daftar friend hingga ribuan, dan dalam setiap postingnya mereka akan men-tag friend yang juga memiliki banyak teman juga. Bisa dibayangkan betapa efektifya langkah penipuan mereka dibandingkan penipuan sms “Beliin mama pulsa…!”. Uang yang dimainkan pun tidak sekecil penipuan pulsa yang hanya puluhan ribu rupiah, tetapi sudah sangat banyak netter yang mentransfer uang hingga jutaan rupiah dan baru kemudian gigit jari. Hati-hati!

Dengan banyaknya orang yang meng-add atau meng-approve mereka sebagai friend, itu artinya sebenarnya masih banyak juga netter yang belum sadar kalau dirinya adalah calon korban potensial bagi para penipu itu. Nanti bisa kita lihat satu per satu link-link daftar di bawah untuk mengetahui jumlah friend mereka, jumlahnya fantastis!

Hebatnya, pelaku biasanya juga membuat disclaimer dalam profilnya yang menyatakan tidak ada tindak penipuan dalam transaksinya, untuk meyakinkan calon korban bahwa mereka toko professional. Mereka juga menyediakan nomor telepon yang dapat dihubungi secara langsung kapan saja. Bahasanya pun hangat dan lihai melakukan penjebakan dengan cara apapun. Juga info meyakinkan bahwa pembeli bisa mengecek barangnya lewat layanan pengiriman barang seperti Tiki JNE. Bahkan terjadi juga mereka memasang foto toko lengkap dari segala sisinya termasuk alamatnya, setelah dicrosscheck oleh anggota komunitas yang dekat dengan TKP ternyata itu adalah toko elektronik milik orang lain yang sama sekali tidak membuka online shop lewat facebook.

Seperti ini contoh disclaimer yang mereka buat: Read more…

Merapi Tak Pernah Ingkar Janji

Yogyakarta, 6 November 2010, 30 kilometer dari puncak Merapi.

“Bencana” yang indah! Aktivitas vulkanik Gunung Merapi bukan bencana!

Kenapa disebut bencana? Apakah semestinya Gunung Merapi yang memuntahkan lahar itu disebut bencana? Bukankah hal itu sudah diketahui semua orang bahwa secara berkala ia akan “berbuat” seperti itu? Lalu kenapa ketika ia benar-benar melakukannya kemudian disebut bencana?

Ada seorang anak SD selalu minta uang saku Rp.5.000,- kepada orang tuanya ketika berangkat ke sekolah, itu sudah kebiasaan yang diketahui dan “disetujui” pihak orang tua dan anak.Ketika esok pagi anak itu minta uang saku Rp.5.000,- untuk berangkat ke sekolah, apakah itu suatu bencana sedang terjadi?

Apakah gunung Merapi berjalan mendekati perkampungan penduduk? Apakah baru sekali ini ia melakukan aktivitas vulkaniknya itu? Apakah ia melakukannya tiba-tiba tanpa memberi tanda-tanda? Apakah manusia tidak tahu apa yang harus dilakukannya ketika Merapi sedang melakukan kebiasaannya tersebut? Kalau jawabannya tidak, lalu siapa yang latah menyebut kejadian letusan Merapi ini sebagai bencana? Bukankan Merapi sudah melakukan kebiasaannya itu sejak jaman ketika bahkan pulau ini belum berpenghuni sekalipun?

Merapi termasuk Gunung berAPI

Baiklah kita lihat secara obyektif; Merapi memberikan kesuburan paling prima bagi setiap jengkal tanah dalam lingkarnya, itulah sepertinya mengapa ribuan orang mengerumuni lereng Merapi, demi hasil tanah yang diberikan bumi. Setiap tahunnya; berapa ribu ternak telah dihidupi oleh rumput Merapi? Berapa ribu jiwa hidup dari berkah yang diberikan Merapi melalui tongkat kayu yang jadi tanaman? Berapa ribu kilometer badan jalan telah dibangun dengan pasir dan batu dari Merapi. Berapa juta rumah dan bangunan telah berdiri dari pasir dan batu dariMerapi? Berapa juta orang yang telah tinggal nyaman di dalam rumah-rumah itu?Tentunya mereka tidak perlu lupa atas semua kebaikan yang diberikan gunung yang eksotis ini. Read more…